PersibRebels – Upaya PSSI menentukan pelatih kepala baru untuk Timnas Indonesia memasuki babak baru. Setelah federasi mengungkapkan bahwa ada lima nama yang sedang dipertimbangkan, daftar kandidat tersebut perlahan mulai terkuak. Kini, sorotan publik tertuju pada sosok pelatih asal Kanada, John Herdman, yang dilaporkan tengah menjadi salah satu opsi utama.
Media internasional Sky Sports memberitakan bahwa Herdman bukan sekadar masuk daftar, tetapi telah menjalani sesi wawancara langsung dengan PSSI sebagai bagian dari proses seleksi. Wawancara itu disebut-sebut sebagai langkah penting PSSI untuk menemukan figur yang dianggap mampu membawa Timnas Indonesia naik level di kawasan Asia Tenggara bahkan Asia.
“John Herdman termasuk kandidat untuk posisi pelatih kepala Timnas Indonesia dan telah mengikuti proses wawancara terkait tawaran pekerjaan tersebut,” tulis laporan Sky Sports. Media tersebut juga menyinggung bahwa PSSI tidak hanya fokus pada Herdman; nama Giovanni van Bronckhorst, legenda Belanda yang kini menjadi asisten pelatih Liverpool mendampingi Arne Slot, juga masuk radar.
Siapa John Herdman?
John Herdman bukan nama asing dalam dunia kepelatihan internasional. Lahir di Consett, Inggris, pada 19 Juli 1975, kariernya berbeda dari kebanyakan pelatih papan atas lainnya. Ia tidak pernah merumput sebagai pemain profesional, namun justru membangun reputasi kuat melalui jalur kepelatihan sejak usia muda.
Perjalanan Herdman dimulai di Selandia Baru, tempat ia dipercaya menangani Timnas Putri Negeri Kiwi periode 2006–2011. Lima tahun di Selandia Baru membuka pintu baginya menuju panggung yang lebih besar: Timnas Putri Kanada, yang ia latih dari 2011 hingga 2018. Di negara tersebut, Herdman sukses meningkatkan performa tim dan meraih sejumlah pencapaian penting, sehingga namanya semakin dikenal di kancah sepak bola internasional.
Prestasinya membuat Federasi Sepak Bola Kanada mengambil langkah yang jarang terjadi: menarik Herdman untuk menangani Timnas Putra Kanada mulai 2018. Keputusan itu berbuah manis. Di bawah arahannya, Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, sebuah pencapaian besar mengingat terakhir kali Kanada tampil di Piala Dunia adalah pada 1986. Meski gagal melangkah dari fase grup, keberhasilan membawa Kanada kembali ke pentas dunia membuat Herdman dipuji sebagai arsitek kebangkitan sepak bola negara tersebut.
Selama membesut Kanada, Herdman mencatat 36 kemenangan, 7 kali imbang, dan 15 kali kalah, statistik yang menunjukkan stabilitas dan konsistensi.
Karier Klub: Toronto FC Jadi Pelabuhan Terakhir
Setelah lima tahun melatih timnas, Herdman menantang diri dengan terjun ke level klub bersama Toronto FC di Major League Soccer (MLS). Di klub tersebut, ia menangani skuad bertabur pemain bintang, termasuk dua penggawa Timnas Italia—Federico Bernardeschi dan Lorenzo Insigne.
Kendati Toronto FC mengalami naik turun performa, Herdman tetap memberikan sentuhan taktik dan disiplin yang kuat, terlihat dari rekornya: 17 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 25 kekalahan dari 46 laga.
Kontraknya dengan Toronto berakhir pada 2024, membuatnya kini berstatus tanpa klub. Kondisi itu menjadikannya kandidat yang ideal bagi PSSI, yang sedang mencari pelatih baru setelah berakhirnya era Shin Tae-yong.
PSSI dan Misi Mencari Pelatih Visioner
Masuknya nama Herdman dalam daftar kandidat memperlihatkan bahwa PSSI sedang mengarahkan pencarian kepada pelatih yang sudah terbukti mampu mengembangkan sebuah tim nasional dari level menengah menuju level kompetitif global. Apalagi Herdman dikenal sebagai pelatih yang fokus pada pendekatan modern: pengembangan mental pemain, manajemen kelompok, hingga penggunaan metodologi latihan berbasis data.
Dengan sederet pengalaman di dua benua serta reputasi sebagai pembangun pondasi tim, Herdman menjadi salah satu nama yang dianggap mampu melanjutkan momentum Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, publik menanti keputusan PSSI, apakah Herdman, Van Bronckhorst, atau salah satu kandidat lainnya yang akan didapuk sebagai juru taktik baru skuad Garuda.



